Invoila

Review Invoila Terbaru: Limit, Bunga, Syarat, dan Cara Mengajukan Pinjaman untuk UMKM

Invoila adalah platform fintech berbasis TI yang berfokus pada memberikan pembiayaan produktif kepada pelaku usaha, khususnya UMKM, dengan model pembiayaan faktur dan modal kerja jangka pendek. PT Sol Mitra Fintec adalah penyelenggara layanan ini. Sejak 11 Mei 2021, mereka menerima izin fintech lending konvensional dari OJK, yang membuat mereka secara legal termasuk dalam kategori pinjaman online yang resmi dan diawasi oleh regulator. Invoila berfungsi sebagai jembatan antara borower, atau peminjam, dan lender, atau pendana, yang ingin mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi dengan risiko yang lebih kecil. Ini dilakukan melalui platform web dan aplikasi Android.

Profil Invoila dan PT Sol Mitra Fintec

Invoila adalah platform pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi yang menawarkan solusi pinjam meminjam uang antar rekan untuk kebutuhan modal usaha. Ini menggunakan pendekatan pembiayaan faktur dan supply chain.  Berbeda dengan banyak pinjol konsumtif, tujuan Invoila adalah membantu bisnis kecil yang memiliki faktur dari perusahaan besar tetapi mengalami keterlambatan pembayaran yang membutuhkan dana sementara untuk mempertahankan operasi mereka. Karena pembiayaan didasarkan pada aktivitas bisnis nyata, yang tercermin dalam invoice dan dokumen pendukung seperti purchase order, delivery order, dan berita acara serah terima (BAST), model ini membuat penyaluran dana lebih dekat ke sektor riil. ​

PT Sol Mitra Fintec adalah penyelenggara Invoila, yang terdaftar sebagai perusahaan fintech lending berizin dengan nomor keputusan KEP-39/D.05/2021 dan status konvensional. Sebelum mendapatkan izin penuh, perusahaan ini memiliki rekam jejak yang cukup lama sebagai penyelenggara fintech di OJK sejak 2017. Selain itu, daftar pinjol resmi yang sering diperbarui oleh OJK dan berbagai media keuangan termasuk merek Invoila dan PT Sol Mitra Fintec. Ini menunjukkan status hukum dan posisinya di antara fintech lending lain di Indonesia. ​

Profil perusahaan PT Sol Mitra Fintec menunjukkan bahwa perusahaan ini bekerja di bidang layanan teknologi finansial dan solusi supply chain, dan memiliki kemampuan dalam pengelolaan proses bisnis, pengembangan aplikasi, dan integrasi sistem. Karena skema pembiayaan berbasis faktur membutuhkan infrastruktur TI yang andal untuk mengelola data, proses penilaian kredit, dan pemantauan pembayaran, kombinasi latar belakang teknologi dan keuangan ini sangat penting. Karena seluruh proses pinjam-meminjam dilakukan secara digital tanpa tatap muka, kredibilitas penyelenggara menjadi faktor penentu kepercayaan bagi pelaku usaha dan pendana.

Latar belakang pendirian dan tujuan

Kehadiran Invoila adalah akibat dari kekurangan dana yang dialami banyak usaha kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia, terutama mereka yang bertindak sebagai pemasok bagi perusahaan besar atau lembaga namun sering mengalami keterlambatan pembayaran faktur. Bank konvensional, di sisi lain, tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek bisnis karena proses pengajuan kredit modal kerja cenderung membutuhkan jaminan fisik, proses administrasi yang panjang, dan waktu persetujuan yang lama. Dengan demikian, model pinjaman fintech yang lebih fleksibel dan cepat dapat muncul, tetapi tetap berbasis pada transaksi bisnis dasar-invoice yang dikirimkan kepada klien perusahaan yang dapat dipercaya. ​

Salah satu tujuan utama platform, menurut dokumen dan pernyataan visi yang dipublikasikan di situs resmi Invoila, adalah membantu pemerintah mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik melalui dukungan modal berbasis teknologi kepada pelaku usaha. Fokus mereka pada bisnis UKM, yang memiliki prospek dan aktivitas riil tetapi sering terhalang oleh akses pembiayaan formal, menunjukkan hal ini. Dengan membangun infrastruktur berbasis web dan aplikasi, Invoila berusaha mengurangi hambatan birokrasi, mengurangi biaya transaksi, dan mendorong pembiayaan dari pendana individu maupun institusi yang sebelumnya tidak terkoneksi langsung dengan pelaku usaha tersebut. ​

Selain aspek akses modal, latar belakang pendirian juga berkaitan dengan peluang bagi pendana untuk memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan instrumen simpanan konvensional. Namun, risiko ini dikelola melalui analisis kelayakan dan penilaian risiko yang digunakan oleh industri perbankan yang standar. Selain berfungsi sebagai pasar pinjaman, Invoila berfungsi sebagai kurator risiko yang menilai profil peminjam dan kualitas faktur agar pendana dapat memilih pembiayaan yang sesuai dengan profil risiko masing-masing. Oleh karena itu, platform ini berusaha untuk memenuhi dua kebutuhan sekaligus: kebutuhan untuk likuiditas cepat bagi peminjam bisnis dan kebutuhan untuk return menarik yang lebih terukur bagi pendana.

Manfaat Invoila bagi peminjam dan pendana

Manfaat utama Invoila bagi peminjam (borrower), yang biasanya adalah PT atau CV, adalah akses modal kerja yang lebih cepat dan lebih fleksibel dibandingkan dengan pembiayaan konvensional. Ada plafon yang dapat disesuaikan mulai dari 10 juta rupiah atau lebih, tergantung pada hasil analisis risiko dan nilai invoice. Peminjam dapat fokus pada pekerjaan mereka sambil menunggu persetujuan karena proses pengajuan dilakukan secara online dengan proses pendaftaran, unggah dokumen, dan penilaian kredit yang sederhana. Tenor pinjaman biasanya bersifat jangka pendek, seperti 1 hingga 3 bulan, dan disesuaikan dengan jatuh tempo faktur yang didanai. Ini memungkinkan struktur pembayaran untuk mengikuti arus kas perusahaan peminjam. ​

Dalam hal biaya, Invoila menawarkan bunga pinjaman yang dinyatakan kompetitif dengan kisaran suku bunga tanpa biaya tersembunyi mulai dari 1% hingga 2,5% per bulan, lebih rendah daripada banyak pinjol konsumtif lainnya. Pelaku bisnis akan tertarik dengan skema ini karena mereka tidak perlu menyediakan agunan fisik seperti tanah atau bangunan seperti yang dibutuhkan bank, tetapi dapat menggunakan invoice yang belum cair sebagai sumber pembiayaan.  Selain itu, manfaat akses digital tidak terbatas pada kota besar; itu memungkinkan bisnis dari berbagai wilayah mengajukan pembiayaan selama mereka memenuhi persyaratan dokumen dan memiliki hubungan bisnis dengan klien perusahaan yang dapat dipercaya. ​

Dengan menyalurkan dana langsung ke pinjaman produktif yang telah melalui analisis risiko, Invoila memberi pendana kesempatan untuk memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi daripada simpanan bank konvensional. Pendana dapat mulai dengan jumlah yang relatif kecil, seperti Rp5 juta, dan memilih pinjaman yang akan didanai berdasarkan preferensi tenor, nilai bunga, dan profil peminjam, sehingga ada unsur diversifikasi dalam portofolio. Untuk menunjukkan transparansi, Invoila menampilkan informasi tentang bunga, tenor, dan risiko yang diukur berdasarkan standar penilaian perbankan. Ini memberikan pendana dasar informasi yang lebih jelas sebelum mereka membuat keputusan pendanaan.

Risiko penggunaan Invoila dan cara mitigasi

Meskipun status perizinan dan prosedur penilaian risiko telah disiapkan, menggunakan Invoila sebagai platform fintech lending masih menimbulkan risiko bagi peminjam dan pendana. Bagi pendana, salah satu risiko utama adalah risiko gagal bayar, atau risiko kredit, yang terjadi ketika peminjam tidak dapat melunasi utang mereka tepat waktu, seperti karena klien perusahaan terlambat membayar faktur atau karena masalah bisnis peminjam. Selain itu, ada risiko konsentrasi jika pendana menempatkan dana terlalu besar pada satu peminjam atau jenis obligor tertentu, sehingga ketika terjadi masalah pembayaran, dampaknya langsung pada portofolio. ​

Peminjam menghadapi risiko kewajiban pembayaran yang tetap yang harus dibayar sesuai perjanjian. Jika pertumbuhan bisnis tidak sesuai proyeksi, mereka dapat menghadapi tekanan arus kas baru dari cicilan dan bunga pinjaman.  Sebaliknya, meskipun bunga dinyatakan kompetitif, biaya pendanaan tetap harus dihitung dengan hati-hati terhadap margin usaha agar pembiayaan benar-benar menghasilkan uang. Ini bukan cara untuk menambah beban keuangan tanpa meningkatkan keuntungan. Selain itu, Invoila harus mematuhi peraturan manajemen keamanan informasi yang ditetapkan OJK sebagai penyelenggara berizin. Namun, ada risiko operasional terkait keamanan data dan keandalan sistem.

Mengurangi risiko dilakukan melalui berbagai lapisan. Dari sisi platform, Invoila menampilkan hanya pengajuan yang memenuhi persyaratan di marketplace dengan menggunakan metode penilaian pinjaman yang berbasis praktik perbankan, seperti analisis kelayakan peminjam, validasi keaslian faktur, dan penilaian reputasi pembayaran klien korporasi sebagai obligor. Pendana juga dapat mengurangi risiko dengan membagi dana ke beberapa pinjaman (diversifikasi), memilih tenor yang sesuai dengan profil risiko, dan membaca informasi risiko dengan cermat sebelum mendanai. Peminjam sendiri harus membuat proyeksi arus kas yang realistis, menggunakan dana untuk tujuan produktif, dan menghindari utang yang berlebihan, yang dapat mengganggu kesehatan keuangan bisnis.

Cara memperoleh pinjaman di Invoila

Pendaftaran akun, pengisian profil dan unggah dokumen, pengajuan faktur untuk didanai, analisis dan verifikasi oleh tim Invoila, penayangan pengajuan di pasar, dan pencairan dana setelah pendanaan terpenuhi atau disetujui sesuai rencana. Pertama, orang yang ingin meminjam uang harus mengunjungi situs web resmi Invoila, www.invoila.co.id, atau aplikasi Android. Kemudian, mereka harus mengisi data dasar perusahaan dan kontak yang sah. Setelah pembuatan akun, peminjam harus membuat profil bisnis di dashboard. Profil ini harus mencakup informasi tentang legalitas perusahaan, struktur kepemilikan, dan data operasional singkat yang diperlukan untuk penilaian. ​

Kedua, peminjam harus menyiapkan dan mengunggah dokumen keuangan dan legalitas yang diperlukan. Dalam kebanyakan kasus, dokumen dasar termasuk identitas pemilik atau pengurus (e-KTP), NPWP pribadi atau badan usaha, rekening bank di Indonesia, dan legalitas badan usaha, termasuk akta pendirian dan perubahan, SK pengesahan, dan izin usaha yang sah. Untuk mengajukan invoice financing, peminjam harus mengunggah invoice yang ingin didanai bersama dengan dokumen pendukung seperti pembelian atau kontrak kerja sama, delivery order, berita acara serah terima (BAST), dan bukti lain yang mengkonfirmasi bahwa barang dan jasa telah diserahkan dan klien perusahaan menunggu pembayaran. ​

Ketiga, Invoila menilai kelayakan kredit peminjam dengan melihat profil peminjam, kualitas faktur, dan reputasi pembayaran obligor-perusahaan yang menjadi klien peminjam-setelah dokumen selesai. Jika pengajuan dinilai layak, Invoila akan menentukan parameter pembiayaan seperti nominal yang dapat didanai (biasanya persentase dari nilai faktur), tenor, dan struktur biaya dan bunga. Kemudian, pengajuan tersebut akan ditayangkan di pasar untuk kemudian didanai oleh pendana atau dicairkan sesuai dengan skema kerjasama yang berlaku.  Setelah semua perjanjian disetujui dan pembayaran dilakukan, dana biasanya ditransfer ke rekening bank peminjam. Sementara itu, pelunasan akan dilakukan melalui pembayaran invoice oleh obligor atau peminjam sesuai kesepakatan, dan jangka waktu persetujuan biasanya tidak lebih dari dua hari kerja jika semua dokumen sudah lengkap dan diverifikasi.

Keunggulan Invoila dibanding kompetitor fintech

Invoila berbeda dengan banyak fintech lending lain karena fokusnya yang jelas pada pembiayaan bisnis produktif berbasis faktur dan pembiayaan rantai pasokan daripada pinjaman konsumtif jangka pendek untuk individu. Karena didukung oleh kontrak bisnis dan tagihan ke perusahaan besar yang memiliki reputasi pembayaran yang baik, fokus segmen ini membuat kualitas underlying pinjaman cenderung lebih terukur. Ini memungkinkan penggunaan pendekatan yang lebih mendekati praktik perbankan untuk mengurangi risiko gagal bayar. Ini berbeda dengan beberapa pinjol konsumtif yang bergantung pada kemampuan bayar individu; ini lebih tidak stabil dan sulit untuk diperiksa secara menyeluruh. ​

Keunggulan tambahan adalah transparansi biaya dan bunga yang dinyatakan sejak awal; dengan kisaran suku bunga per bulan yang kompetitif dan klaim tanpa biaya tersembunyi, baik pendana maupun peminjam dapat dengan lebih jelas menghitung beban biaya dan imbal hasil. Dibandingkan dengan lembaga keuangan tradisional yang masih banyak bergantung pada proses manual dan tatap muka, proses digital penuh-mulai dari registrasi, unggah dokumen, verifikasi, dan pemantauan pendanaan-lebih efisien. Selain itu, status berizin OJK dan keanggotaan AFPI memberi pengguna jalur pengaduan resmi jika terjadi sengketa atau masalah layanan.

Studi kasus penggunaan Invoila di UMKM

Sebagai ilustrasi, bayangkan sebuah perusahaan distribusi makanan skala menengah yang mengirimkan barang ke jaringan minimarket nasional dan memiliki perjanjian pembayaran 60 hari setelah barang diterima. Studi kasus tentang Invoila menunjukkan bahwa pola seperti ini sering menyebabkan kesenjangan kas: perusahaan harus membeli bahan baku dan membayar karyawan sementara pembayaran dari minimarket baru masuk dua bulan kemudian. Perusahaan dapat menggunakan Invoila untuk mengajukan pendanaan berdasarkan faktur yang telah diterbitkan kepada jaringan ritel, sehingga sebagian besar nilai faktur dapat dicairkan sebagai modal kerja lebih cepat. ​

Dalam praktiknya, bisnis akan mendaftarkan akun di Invoila, mengirimkan dokumen legalitas sebagai PT, dan mengirimkan faktur dan dokumen pendukung seperti pembelian, BAST, dan kontrak kerja sama dengan minimarket. Setelah Invoila melakukan analisis dan mengetahui bahwa obligor (minimarket) memiliki reputasi pembayaran yang baik, platform menentukan nilai pendanaan yang dapat diberikan, seperti 70 hingga 80 persen dari nilai faktur, dengan tenor dua bulan dan bunga yang sesuai dengan profil risiko. Ketika minimarket membayar invoice, dana cair digunakan untuk melunasi pinjaman ke Invoila dan bunganya. Di sisi lain, perusahaan membeli bahan baku tambahan dan memperluas distribusi. ​

Studi kasus serupa menunjukkan bahwa pendana dapat memilih untuk mendanai invoice perusahaan distribusi karena beberapa alasan menarik: obligor perusahaan besar yang relatif stabil, tenor pendek yang memungkinkan perputaran dana yang cepat, dan bunga yang cukup kompetitif untuk meningkatkan imbal hasil portofolio. Dengan menyalurkan dana ke beberapa invoice dari berbagai industri, pendana dapat membangun portofolio yang terdiversifikasi, misalnya dengan menyalurkan dana ke beberapa invoice dari berbagai industri. Studi kasus ini menunjukkan bagaimana Invoila berfungsi sebagai jembatan finansial yang memungkinkan pendana mengakses instrumen investasi alternatif dan mempercepat perputaran modal di sektor riil.

Prospek Invoila dalam mendukung ekonomi rakyat Indonesia

Dengan fokus pada pembiayaan produktif berbasis invoice untuk UMKM dan pelaku usaha, Invoila berada di posisi strategis untuk mendorong perputaran modal di sektor riil, yang merupakan tulang punggung ekonomi rakyat Indonesia. Arah kebijakan inklusi keuangan nasional sangat terkait dengan prospek ke depan Invoila. Dengan lebih banyak UMKM yang dapat mendapatkan modal kerja tanpa bergantung pada jaminan fisik, ada kemungkinan lebih besar untuk ekspansi bisnis, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, dan meningkatkan kapasitas produksi. ​

Penyelenggara seperti PT Sol Mitra Fintec dipaksa untuk meningkatkan transparansi, tata kelola, dan kepatuhan di masa depan karena persaingan dengan fintech lain dan pengawasan yang semakin ketat, seperti kasus dugaan kartel harga di industri pinjol yang sempat menjadi perhatian KPPU. Dalam jangka panjang, kelangsungan hidup Invoila akan bergantung pada kemampuannya untuk mempertahankan kualitas portofolio pinjamannya, mengurangi tingkat gagal bayar, dan terus memberikan bunga yang kompetitif kepada peminjam dan pendana. Jika regulator mendukung fintech produktif, mereka dapat bekerja sama dengan bank atau lembaga keuangan lain melalui skema co-financing atau channeling, yang dapat meningkatkan pembiayaan untuk sektor UMKM. ​

Sebagai pendiri dan pengelola Invoila, PT Sol Mitra Fintec dapat memperluas layanannya ke lebih banyak bisnis, daerah, dan rantai pasok sambil mempertahankan prinsip kehati-hatian yang dibutuhkan oleh OJK dan asosiasi industri dengan memanfaatkan teknologi informasi dan data yang kian kaya. Jika ini berhasil, Invoila dapat menjadi salah satu contoh bagaimana fintech lending dapat menjadi lebih dari sekadar “pinjol” tetapi juga instrumen pembiayaan produktif yang nyata yang membantu meningkatkan ekonomi rakyat Indonesia melalui pembiayaan UMKM, integrasi rantai pasok, dan perluasan akses ke pendanaan.

Daftar referensi resmi:

www.invoila.co.id – situs resmi Invoila (profil, produk, informasi bunga dan proses).​

www.ojk.go.id – daftar penyelenggara fintech lending berizin/terdaftar dan statistik industri.​

www.afpi.or.id – direktori anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (profil Invoila).​

www.idnfinancials.com / www.kontan.co.id / www.metrotvnews.com – publikasi mengenai daftar pinjol resmi dan status PT Sol Mitra Fintec.​

www.ukmindonesia.id – artikel panduan pengajuan pinjaman di Invoila dan kebutuhan dokumen.​

www.rajakomen.com – ulasan syarat dan proses ajukan pendanaan di Invoila.

Disclaimer:

Informasi pada artikel ini disajikan hanya untuk tujuan edukasi dan referensi umum. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi, kerugian, atau tindakan yang diambil berdasarkan informasi ini. Pastikan Anda melakukan verifikasi dan konsultasi profesional sebelum membuat keputusan keuangan atau bisnis.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *